Jumat, 01 Februari 2013

Nyeri Kepala Tak Kunjung Sembuh, Bagaimana Mengatasinya?

Browser anda tidak mendukung iFrame
detail berita
Sakit kepala (Foto: Google)
SAYA wanita berusia 25 tahun dan masih lajang. Yang ingin saya tanyakan, saya sudah menderita sakit kepala dari tahun 2005 dan sampai sekarang belum ada kepastian jelas apa penyebab sakit kepala saya.

Dulu, awalnya hanya migren namun sekarang sakitnya jadi di sekitar dahi hingga ubun-ubun. Saya sudah pernah mencoba berobat dan dikatakan bahwa saya alergi sinus. Tahun 2006, saya EEG dan dikatakan ada perlambatan syaraf otak. Namun, karena masalah biaya saya tidak melanjutkan pemeriksaan. Dan sekarang rasanya sakit kepalanya justru makin serius. Apakah ada kemungkinan kanker otak dok? Sebaiknya, apa tindakan medis yang perlu saya lakukan?

Rini, Riau

Jawaban:
Dear ibu Rini yang terhormat,

Nyeri kepala menahun biasanya tidak disebabkan oleh penyakit tertentu, umunya paling banyak akibat kekakuan otot leher dan sensivitas saraf nyeri di kulit kepala. Pasien dengan tumor otak biasanya mengalami nyeri kepala yang makin hebat.

Pengobatan yang terbaik adalah exercise (latihan) / olahraga teratur , idealnya dengan berenang. Obat nyeri kepala boleh diminum tapi jangan berlebihan.

Solusi Tepat Bayi Kuning

Browser anda tidak mendukung iFrame
detail berita
Bayi (Foto: Livestrong)
DUA pekan setelah dilahirkan, bayi kami menjalani terapi sinar selama dua hari karena kuning. Hasil pemeriksaan terakhir pada saat di rumah sakit, kadar bilirubin total anak kami 8,26 gr/dl.
Bagaimana menurut dokter jika saat ini anak kami sering mengejang hingga muka merah? Bahkan, terkadang muntah lewat mulut & hidung setelah diberi ASI. Saya juga melihat pusar anak bodong dan terlihat kulitnya masih kuning. Terima kasih atas penjelasannya.


Budi, Padangpanjang


Jawaban:

Sebagian besar bayi umumnya mengalami kuning yang tidak berbahaya, yang disebut sebagai kuning fisiologis. Namun, ada juga yang mengalami kuning yang disebabkan oleh penyakit yang serius.

Kuning yang terjadi lebih dari dua minggu patut mendapatkan perhatian khusus. Bisa jadi ini merupakan pertanda adanya penyakit yang serius, misalnya infeksi saluran kemih, adanya gangguan hormon tiroid, infeksi, atau penyakit hati.

Pada kasus anak bapak, kadar bilirubin total 8,26 mg/dL pada usia 5 minggu meskipun telah dilakukan terapi sinar, termasuk masih tinggi. Kondisi kuning berkepanjangan disertai pusar bodong (hernia umbilicalis) dapat merupakan gejala dari satu penyakit yang sama atau merupakan dua kelainan yang terpisah.

Kuning yang bekepanjangan juga masih mungkin disebabkan oleh pemberian ASI, yang disebut sebagai breastmilk jaundice. Untuk membedakannya, terdapat beberapa pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan.

Untuk perihal muntah, dalam proses menyusui, bayi dapat menelan udara sehingga isi  lambung menjadi penuh. Untuk mencegahnya, anak perlu disendawakan setiap kali selesai menyusui.

Kondisi bayi yang tampak mengejang perlu dicari penyebabnya. Bisa jadi salah satunya adalah akibat refluks gastroesofagus (kembalinya isi lambung ke dalam kerongkongan), yang dapat terjadi bila kondisi lambung terlalu penuh dan katup kerongkongan-lambung masih lemah. Sebaiknya penyebab ini juga dicari pada saat anak Bapak berobat ke dokter spesialis anak.
 

Berpikir Positif Cegah Stroke & Serangan Jantung

Browser anda tidak mendukung iFrame
detail berita
Hadapi hidup dengan senyum (Foto: Corbis)
BERPIKIR positif ternyata tidak hanya meringankan beban hidup, tetapi bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Penyakit kardiovaskular akan malas datang jika Anda banyak berpikir positif.
Sebuah penelitian terbaru dari Harvard School of Public Health (HSPH) mengungkapkan, bahwa karakteristik psikologis positif seperti optimisme, kepuasan hidup, dan kebahagiaan yang hadir dalam diri seseorang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.

"Kami menemukan bahwa faktor-faktor seperti optimisme, kepuasan hidup, dan kebahagiaan berhubungan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan tidak berhubungan dengan usia seseorang, status sosial, status ekonomi, merokok atau tidak, atau berat badan mereka," kata Julia Boehm, pemimpin penelitian dari Departemen Kesehatan Masyarakat dan Pengembangan Manusia HSPH, sebagaimana dilansir Times of India, Rabu (18/4/2012).

Boehm menjelaskan, bahwa individu-individu yang paling optimis memiliki penurunan risiko terkena gejala awal gangguan kardiovaskular sekitar 50 persen dibandingkan rekan-rekan yang kurang optimistis.

Dalam reviu lebih dari 200 penelitian yang diterbitkan dalam dua database ilmiah utama, Boehm dan penulis senior Profesor Laura Kubzansky, yang juga dari Departemen Kesehatan Masyarakat dan Pengembangan Manusia HSPH, ditemukan ada aset psikologis seperti optimisme dan emosi positif yang mampu memberikan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular. Selain mencegah, faktor-faktor positif tersebut juga memerlambat perkembangan penyakit ini bagi yang sudah terkena.

Untuk lebih memahami bagaimana kerterkaitan yang terjadi antara kesejahteraan dalam psikologis dan gangguan kardiovaskular, Boehm dan Kubzansky juga meneliti hubungan kesejahteraan dengan gaya hidup yang sehat bagi kardiovaskular dan indikator biologis.

Mereka menemukan, bahwa individu dengan perasaan bahagia yang hadir ketika banyak pikiran-pikiran positif dalam otak turut menjalankan perilaku sehat, seperti berolahraga, makan makanan seimbang, dan tidur cukup.

Selain itu, lebih besar perasaan bahagia yang hadir akibat banyak berpikir positif tersebut, terkait dengan fungsi biologis yang lebih baik. Seperti menurunkan tekanan darah, terdapat banyak lemak sehat dalam tubuh, dan berat tubuh cenderung normal.

"Temuan ini menunjukkan penekanan bahwa kekuatan psikologis dapat meningkatkan kesehatan jantung," kata Kuzbansky. Hasil studi ini baru saja dipublikasikan secara online dalam Psychological Bulletin.
(tty)

Pentingnya Perhatikan Asupan Gizi & Porsi Makan Anak


detail berita
Anak-anak sehat (Foto: Sheknows)

SAYA seorang ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada anak hingga usianya 22 bulan. Pertumbuhannya baik karena saya memberinya makanan gizi seimbang.

Namun, akhir-akhir ini berat badan anak saya turun sedikit demi sedikit. Baru-baru ini saya juga memberinya campuran sari kurma dan susu. Apakah campuran keduanya yang menyebabkan berat badan anak saya turun? Terima kasih atas jawabannya.


Susan, Jakarta



Jawaban:

Apakah ada alasan khusus ibu memberikan sari kurma ini? Apakah karena sebelumnya berat badan anak kurang atau hanya sebagai suplemen untuk alasan kesehatan?

Perlu diperhatikan apakah setelah pemberian sari kurma, porsi makan anak menjadi berkurang. Pemberian makanan yang manis dapat membuat anak mudah kenyang dan mengurangi porsi makanan yang lain.

Untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal, seorang anak memerlukan variasi makanan, baik karbohidrat, protein (hewani maupun nabati), lemak, buah, dan sayur dalam porsi yang seimbang dan jumlah yang cukup.


Seiring dengan peningkatan aktivitas anak, porsi makan anak juga akan meningkat untuk mencukupi kebutuhannya. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan dengan menilai apakah porsi makan yang diterima putra ibu sudah sesuai dengan kebutuhannya. Kebutuhan masing-masing anak berbeda karena bergantung pada berat badan ideal menurut tinggi badan anak.

Apabila porsi makan belum sesuai, maka yang harus dilakukan adalah menambah porsi makan tersebut menjadi sesuai dengan kebutuhan anak dan aktivitasnya. Namun, apabila porsi makan yang diterima anak sudah tepat, berarti langkah kedua yang perlu dilakukan adalah mencari apakah anak mempunyai infeksi atau sakit kronik yang menyebabkan energinya terpakai untuk mengatasi penyakit tersebut, sehingga berat badannya tidak naik dan bahkan turun.

Apabila terdapat infeksi yang mendasari, pengobatan terhadap infeksi disertai pemberian makan yang tepat akan menyebabkan berat badan anak naik dengan baik.
 

Cara Atasi Anak yang Tak Kunjung Lancar Bicara


detail berita
Anak dengan kebutuhan khusus (Foto: Mother and Baby)

ANAK saya enam tahun belum lancar bicara. Dia sudah sekolah tetapi tidak mau belajar, tidak mau nulis, bahkan membaca menirukan masih belum bisa.

Kalau menatap, pandangannya agak kosong. Yang menyedihkan, di lingkungannya dia sering diejek teman-temannya. Mohon bantuannya. Terima kasih atas solusi yang diberikan

Emy Nur’aini, Pondok Kelapa



Jawaban:
 
Anak usia enam tahun seharusnya sudah dapat mendefinisikan kata-kata berdasarkan fungsi dan sifatnya, mengucapkan kalimat yang kompleks, menggunakan semua bagian kalimat (kata kerja/benda/sifat/kata sambung/depan).

Dari cerita ibu, sebaiknya anak ibu perlu segera dibawa ke klinik tumbuh kembang anak, psikolog atau psikiater untuk diperiksa lebih lanjut. Ibu bisa lebih memberikan detail pada dokter atau psikolog terkait masalah anak ibu, misalnya apakah belum lancar bicara yang dimaksud adalah bicara tidak jelas, susunan kata terbalik, atau tidak bisa mengekspresikan tujuan.

Apabila terdapat gangguan bicara pada usia tersebut perlu kita pikirkan apakah anak terganggu pendengarannya, terhambat perkembangan mentalnya, menderita autisme, mengalami gangguan bicara ekspresif atau campuran, atau mengalami gangguan fonologi /pengucapan kata. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan yang mendalam oleh ahlinya. Dalam hal ini ibu bisa mencoba membawa anak ibu ke piskolog atau klinik tumbuh kembang anak untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Bebas Serangan Jantung, Jadi Vegetarian Saja


detail berita
Sayur dan buah (Foto: Foxnews)

MENGONSUMSI banyak sayuran dan buah-buahan memang dikenal dapat membantu Anda menjaga kesehatan tubuh. Dan para vegetarian yang mengonsumsi sayur dan buah patut berbahagia, karena menjauhkan diri mereka dari risiko penyakit jantung.

Para peneliti di Inggris menemukan bahwa vegetarian memiliki risiko jauh lebih kecil  untuk menderita penyakit jantung serius daripada mereka yang gemar mengonsumsi daging. Studi yang dilakukan di University of Oxford ini menganalisis 45.000 relawan dari Inggris dan Skotlandia, yang direkrut pada 1990-an dan dilacak sampai 2009.

"Hasil jelas menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung pada vegetarian adalah sekira sepertiga lebih rendah daripada non-vegetarian," kata Tim Key, peneliti dan profesor di Oxford, Inggris, demikian yang dilansir Foxnews.

Setelah bertahun-tahun dianalisis, peneliti menyimpulkan risiko rawat inap atau kematian akibat penyakit jantung adalah 32 persen lebih rendah pada vegetarian dibanding orang yang makan daging dan ikan.

"Sebagian besar, perbedaan risiko mungkin disebabkan oleh efek pada kolesterol dan tekanan darah, serta menunjukkan peran penting dari diet dalam pencegahan penyakit jantung," kata pemimpin penelitian Francesca Crowe.

Penelitian ini mengambil faktor-faktor seperti usia, merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, tingkat pendidikan dan latarbelakang sosial ekonomi, serta mencatat tekanan darah dan kadar kolesterol peserta. Para peneliti menemukan bahwa vegetarian memiliki tekanan darah lebih rendah, kadar kolesterol, dan indeks massa tubuh dibandingkan non-vegetarian.

Manfaat Unik di Balik Kaos Kaki

Browser anda tidak mendukung iFrame
detail berita
Pakai kaos kaki (Foto: Healthmeup)
SEBAGIAN dari Anda mungkin memiliki kebiasaan mengenakan kaus kaki saat tidur. Ini bukan merupakan hal yang aneh karena ternyata, mengenakan kaus kaki saat tidur bisa memberikan manfaat bagi kesehatan kaki Anda.

Jika Anda adalah tipe orang yang suka memakai kaus kaki saat tidur, tanpa sadar Anda memberikan perawatan saat tidur sangat dibutuhkan oleh kaki Anda. Berikut ini adalah beberapa manfaat jika Anda mengenakan kaus kaki saat tidur, seperti yang dilansir Healthmeup.

Memakai kaus kaki saat tidur dapat mencegah retakan kaki
Ini manfaat jika Anda mengenakan kaus kaki saat tidur. Kaus kaki dapat mencegah retak pada kaki dan menjaga kaki tetap lembut dan dilindungi. Banyak diantara Anda yang mungkin mengalami kaki retak-retak pada pagi hari.

Kaus kaki menjaga kaki Anda hangat

Banyak pria dan wanita dari segala usia menyebutkan bahwa kaki dingin adalah hal yang paling tidak nyaman saat mereka tidur. Jika Anda tidak menyukai kaki dingin saat tidur, Anda harus mulai mengenakan kaus kaki saat tidur karena kaus kaki akan menjaga kaki Anda hangat. Ini juga membantu Anda mencegah penyakit yang disebabkan oleh cuaca dingin seperti flu.

Kaus kaki membantu untuk menghilangkan kaki berkeringat
Kondisi keringat berlebih di daerah tertentu dari tubuh, terutama kaki dikenal sebagai hiperhidrosis. Jika Anda menderita keringat berlebihan pada kaki, mengenakan kaus kaki saat Anda tidur akan bermanfaat karena kaus kaki akan menyerap keringat. Anda mungkin juga bisa menggunakan kaus kaki untuk menjaga diri dari bau kaki.